Rabu, 27 November 2019

PELITA FLOBAMORA

Sosok wanita ayu nan Perkasa
Kokoh sekuat benteng
Selalu mengumbar senyum 
Menabur kasih dan sayang

Ibu.... 
Hatimu Mulia
Matamu terpancar cahaya 
Bintang yang berkilau
Di wajahmu ada banyak Bunga yang indah 

Ibu.. 
Angin menerpa 
Dari dasar hati
Menggenang haru
Merasakan kasih putihmu

Kau Peri terindah
Cintamu tercurah 
Pengorbananmu terperi
Demi cemerlang masa depan anak Flobamorata.....

Untukmu yang berhati baja
Kuucapkan Terimakasih tak terhingga
Teruslah menjadi PELITA
Yang selalu menyinari kegelapan

Rujab Gubernur NTT,27 November 2019
Pukul 22.26 WITA
BY. HORTENSIA HERIMA 



Selasa, 26 November 2019

HUJAN RESTU

Basah kuyup... 
Membasahi tenda BUMIL
Seakan alam ingin menyampaikan 
Bahwa dia merestui rencana kita

Hai penyebar virus literasi 
Berterimakasihlah kepada alam
Yang telah menyirami kita 
Dengan air hujan...

Alam tahu apa yang kita lakukan 
Dia mengamininya
Memberikan kita semangat 
Untuk melanjutkan petualangan ini... 

Lelah kita terbayar...
Ketika kita bisa menyebar virus
Kepada generasi berikut... 
Yang ada di Bumi pertiwi...

Maju terus... 
Pantang mundur
Buanglah semua tekanan 
Raihlah mimpi kita bersama....

Oenesu, 27 November 2019
Pukul 12.38 WITA
by. Hortensia 


ENTAHLAH

Gembira, sedih... 
Pahit manis... 
Asin hambar.....
Panas dingin..... 

Entahlah.... 
Aneka rasa merasukiku
Denyut jantung... 
Bergetar deraaas..... 

Entahlah... 
Giat indah ini terulang? 
Candra tawa.... 
Senyum..., 

Ah..... Berat 
Tenangkan hatiku...
Buanglah semua rasa
Biarkan semuanya lenyap 

Bersama sirnanya embun pagi
Bumil Oenesu 
Entahlah.... 

Oenesu, 27 November 2019
Pukul 10.47
HORTENSIA 

DETIK-DETIK TERAKHIR

Waktu berlalu dengan  lihainya 
Jarum jam bergerak lincah
Tiga hari belumlah cukup
Seakan ingin untuk lebih lama lagi...

Bumil Oenesu 
Tempat bersua penyebar virus literasi 
Berat rasanya meninggalkanmu
Karenamu aku bisa mengenal mereka 

Andaikan jarum jam sejenak berhenti berputar..... 
Bahagia melanda relung hati....
Bertanda kami tetap  bersama....

Tetapi.....
Walaupun berat.... 
Harus pergi meninggalkan bumil Oenesu 
Sebab masih ada yang sedang menanti... 

Terimakasih Literasi...
Terimakasih Waktu... 
Terimakasih kepercayaan...
Terimakasih BUMIL OENESU ... 

SAYONARA AKU PASTI KEMBALI... 

BUMIL OENESU,27 NOVEMBER 2019
By. HORTENSIA 

Senin, 25 November 2019

KEHENINGAN BUMIL

SEKETIKA... 
BUMIL SERENTAK SEPIH
SEMUA PADA DIAM
TEGANG TEGAK DI TEMPAT 

ANGIN SEPOI-SEPOI
BERHEMBUS  PELAN 
MENYELIMUTI TENDA BUMIL
SEAKAN MENGANTARKAN MATA MEREDUP... 

HIDANGAN MATERI SERIUS
MEMBUAT PESERTA BUMIL DIAM
ENTAHLAH... 
APA YANG SEDANG TERJADI?? 

BERAPA LAMA LAGI TUAN 
MILENEALMU SUDAH LOYO
BUTUH RUANG MENGUTARAKAN ISI HATI
KEMBALIKAN SEMANGAT DISIANG INI

TENDA BUMIL OENESU, 26 NOVEMBER 2019. PUKUL 12.12 WITA

KOPLING

Pagi yang cerah
Menyinari BUMIL Oenesu 
Penyebar virus berkumpul 
Berbagi kebaikan 

Aku terkesima 
Menatap motor 
Yang bertuliskan KOPLING
penasaran merasukiku

Oh ternyata...
KOPLING  KOPI KELILING 
Bagi para penikmat kopi
Mari... Celupkan bibir di KOPLING 

KOPLING.... 
 Entalah..... 
Engkau sudah merasukiku.... 
Terimakasih KOPLING

OENESU, 26 NOVEMBER 2019
PUKUL 06.32








DAHAGA OENESU

Panas semakin mendahaga
Keringat menetes peluh
Mata semakin merunduk
Cakrawala terbuka lebar....

Di bumi perkemahan literasi 
SPNF Oenesu jadi saksi 
Para penyebar virus berkumpul
Membangkitkan semangat 

Sesajian materi membahana
Walau kelelahan mulai nampak 
Kucoba untuk nenyantapnya
Sampai ke relung sukmaku

Oenesu bumilku
Berikan secercah asa
Biar kubangkitkan kembali 
Semangat yang sempat lesuh 

BUMIL SPNF OENESU, 25 NOVEMBER 2019.PUKUL.16.17 WITA 

Jumat, 22 November 2019

Metykey

Kiri kanan...
Maju mundur
Terputar penuh
Bergoyang dendang 

Lenggak lenggok 
Beragam gaya
Pesona Metykey
Mencerahkan  wajah kusut... 

Dentuman bunyi bas
Nyaring laris...
Semangat semakin 
Melenturkan yang kaku...

Terimakasih Metykey
Sudah Melenturkan 
Bagian badan yang  keras
Menjadi indah bagai damai...

On wedding party, 22 November 2019
23.25 WITA 

Rabu, 20 November 2019

COMANI

Tinggi semampai..
Lekak lekuk tubuhmu
Lenggak lenggok jalanmu
Merona pipimu.... 

Aku terpesona...
Dan.. Ups
Ternyata itu lawanku
Yang memerani hawa

Menyala warna bibirmu
Bagai cabe rawit 
Ukiran alismu mengalahiku
Lembut tutur katamu

Dalam hatiku bertanya
Adakah hawa sepertinya? 
Tetapi alangkah kagetnya
Suaranya bernada BAS... 

Aku wanita 
Dan dia? 
Hanya dia yang bisa menjawab 
Karena aku tetap wanita...

Labuan Bajo, 21 November  2019
Pukul 15.43

Senin, 18 November 2019

KOLAM HANGAT

Memandang keindahanmu
Seakan ketenangan menghampiriku
Airmu yang tenang 
Ada kedamaian yang aku rasakan

Luas bebas lepas....
Pancuran  air hangat
Mengalir mengisi  wadahmu
Sampai tak kurasakan gerah... 

Aku ingin berenang 
Selincah ikan duyung
Melompat seperti lumba-lumba 
Biar segala rasa dikeluarkan... 

Bolehkah aku merendam...
Merasakan hangatnya air
Yang engkau tampung
Untuk  menyegarkan jiwa??

Kolam hangat....
Jangan sampai wadahmu kering
Teruslah menadah pancuran
Air terjun yang hangat.....

#SONGKE SA LE SA.. 
18 NOVEMBER  2019#---

Sabtu, 16 November 2019

MENATAPMU PERGI

Di penghujung senja
Kucoba merangkai kata
Menodai benda lunak
Yang berwujud keras

Tak terasa......
Ada sesuatu  yang keluar
Menetes membasahi 
Anti goresku ini.... 

Menatapnya pergi
Seakan  tak rela
Berat.... 
Hanya tarikan  napas panjang.... 

Kembalilah  kepangkuan
Ibu pertiwimu. .
Tinggalkan cerita indahmu
Di sini di lubuk hati... 


Komodo airport, 17 Nov. 2019


NGOROK

Lenguhan suaramu
Tinggi rendah nadamu
Keras lembut bunyinya
Pelan cepat temponya 

Brrrrrr....nggrrrrr...... 
Bagai bunyi gergaji.. 
Zzzzzzzzzzzzzzzzz
Bagai pena yang lagi menodai kertas 

Alunan melodimu yang keras
Seakan sedang  berteriak
Gendang telingapun terasa pekak
Mata tak bisa meredup.... 

Andai bisa kuhentikan
Terasa nyaman malamku
Matakupun terpejam  pekat
Dan.... Tidurku lelap... 

On the way, 16 November 2019
Pukul 20.54
#Virusliterasimenyerang#

Jumat, 15 November 2019

JULIE PART II

Sungguh indah rencanaMu
Tak pernah kurasakan  kasih
Sayang seorang sahabat 
Dia yang baru seminggu kukenal

KebaikanMu mengalir  tiada henti
Bagaikan  air sungai 
Keelokan  parasmu bersinar
Seputih  hatimu.... 

Inikah sahabat rasa saudara...
Walau tidak lahir dari rahim yang sama 
Tapi..... 
Sungguh dirasakan  seperti sekandung... 

My Julie..... 
Teruslah menjadi matahari 
Yang selalu menyinari bumi
Kasihmu selalu kukenang....

Labun Bajo, 16 November 2019

Kamis, 14 November 2019

"BAPA GURU VS GURU BAPA"

            Hari ini, di belahan Utara  bumi  Manggarai  Barat melaksanakan dua acara penting. Yakni  PELANTIKAN  PENGURUS PGRI CABANG  KECAMATAN  BARI dan BIMTEK PENULISAN PTK bagi guru-gurunya  yang ada di  kecamatan  Bari. 
           Ketua PGRI  yang baru dipercayakan  kepada  Kepala  Sekolah  SMAN 1MACANG PACAR bapak Sipri  Manur,S.Pd.Singkat cerita,salah satu poin dalam sambutannya adalah jadilah  Bapa guru yang patut ditiru jangan sampai Bapa guru dibalik  menjadi Guru Bapa. 
Bapa guru,sapaan bagi guru yang  laki-laki. Guru  Bapa? 
           Guru  bapa, istilah bahasa Manggarai  yang artinya guru yang tidak  memahami dirinya sendiri. Tidak mengenal diri sendiri secara manusiawi. Guru bapa identik dengan seseorang yang bloon, tidak menyadari dirinya  sebagai  apa. Perih rasanya kalau kita disapa sebagai  guru bapa. Merasa tidak dihsrgai. 
           Mari kita menjadi guru yang patut  dicontohi,digugu,di hadapan siswa, teman guru dan masyarakat. Jangan sampai sapaan GURU BAPA merasuki kita. 

-------Cakrawala literasi
Bari, 14 November 2019
           

Selasa, 12 November 2019

            Aku mencintai profesiku. Guru adalah pilihanku. Melayani siswa/siswi di sekolah itu pekerjaan yang menurutku sangat mulia. Walau kadang banyak hal yang membuat kesal bahkan marah. Namun kadang juga Nusa buat saya tersenyum bahkan tertawa.
Salah satu tugas guru adalah mendidik dan membimbing peserta didik. Dikala ada perilaku mereka yang kurang baik, maka disitu kita bermain peran.
            Disamping aku menjalani tugas sebagai guru,aku adalah seorang ibu Rumah Tangga,ibu dari anak-anakku. Bagi saya tidak keberatan kujalani keduanya.
Yang membuat saya dilema, disaat saya tidak berhasil mendidik anak kandung menjadi baik. Kadang berpikir, di sekolah dengan lantang dan gagah perkasa mendidik, membina siswa supaya jadi baik.Sampai kadang menimbulkan salah paham demi mempertahankan anak didik.Tapi...saat membimbing,membina anak kandung banyak hal yang harus dilewati. Ini tantangan buat saya sebagai seorang guru. 
           Tantangan itu kujadikan motivasi untuk terus berjuang menjalaninya.Pantang menyerah itulah tekadku.Kesabaran dan ketulusan hati yang membuatku kuat menjalani kedua tugas mulia ini.Sembari berharap menemukan jalan untuk tidak pernah berhenti membimbing,membina dan mendidik mereka ( Anak kandung dan murid ) 

         Renungan sore ini,12 November 2019

Senin, 11 November 2019

"BERUANG"

Engkau sangat unik
Tubuhmu kekar
Sangat kuat dan tangguh
Musuh dengan mudah kau taklukkan

Beruang...
Walau engkau buas
Tapi tetap lembut di mataku
Kemandirian kau tunjukkan
Di tengah hutan belantara

Makanan kau kais sendiri
Tak kenal lelah,pantang menyerah
Bulumu panjang dan tebal
Memberi kehangatan disaat kedinginan

Ekormu kecil, elok dipandang
Pendengaranmu ulung
Peka dengan sesamamu
Kelihatan seram,tapi menyejukkan hati...

Susunan gigimu datar
Menggetarkan jiwa
Kukuku tajam, lebar
Namun pandai merangkul

Beruang...
Kamu luar biasa
Susumu membangkitkan semangat
Bagi yang menikmatinya

Inspirasi Sore,11 November 2019
By.HORTENSIA HERIMA


Minggu, 10 November 2019

RASA YANG BELUM PERGI

Malam semakin larut
Dingin menyelimuti malamku
Resah gelisah tak karuan
Denyut jantung berdebar

Mata ini enggan meredup
Bersinar tiada henti
Mencoba untuk memejamkan
Tapi sulit kututup

Rasa ini belum sirnah
Selalu melintasi pikiranku
Entah sampai kapan
Sulit untuk melupakan...

Bila kuingat.....
Berlinang air mata
Tuhan...bantu aku
Pulihkan rasa yang merasuki pikiranku

On my bed,10 November 2019
Hortensia Herima

Sabtu, 09 November 2019

MY JULIE

Berawal dari mengumbar senyum
Di cakrawala berbatik merah
Ingin mengucapkan kata
Tapi tak berani

Penasaran semakin menggebu
Saat si batik merah mulai rewel
Aku beranikan diriku
Untuk menyapanya...

Hi.....ucapku
Hello...balasnya....
Parasnya nan elok
Wajahnya bersinar

Sinar membias 
Bertanda mulia
Suaranya yang teduh
Terasa damai direlung hati.....

Hari ini....sungguh berkesan
Disaat cakrawala bergemuruh
Kurasakan guncangan hebat
Namun...malaikat tak bersayap ada bersamaku

Kecantikannya sungguh menawan
Mulia hatimu, menyejukkan kalbu
Emergency menjadi tak terasa
Ketika pelukan hangatmu merangkulku

Kerendahan hatimu
Selalu aku rasakan
Terimakasih my Julie
Karenamu kutemukan ketenangan....

Teruslah menjadi matahari
Yang menyinari hati
My Julie....
Akan kuukir namamu di hatiku....

On air,09 November 2019
By.Hortensia Herima






Kamis, 07 November 2019

Lobby Millenium

Sembari menunggu....
Lobby millenium jd saksi
Saksi bisu menemani
Menemani kesendirianku...

Kanan kiri kiri kanan
Mataku melirik
Melirik setiap insan
Yang keluar masuk Millenium

Aneka bentuk rupa
Hitam putih tinggi pendek
Air keriting
Gimbal lurus...

Aku merasa sedang berada
Berada d tanah Jiran
Karena sekian banyak
Yang kupandang...

Insan Jiran Melayu
Tak mengerti apa yang dibicarakan
Hanya seuntai kata kagum
Sembari tersenyum....

Sungguh indah ciptaan Tuhan
Beraneka ragam bentuk
Tapi...tetap sama
Kelelahanku terbayar....

Millenium hotel tua
08 November 2019
Hortensia Herima

#Salam literasi, cakrawalaku
SONGKE SA LESA#

Toleransi Kamar Hotel

Alunan doa dilantunkan di kesunyian malam yang semakin larut.....
Syair-syair indah kau suarakan
Dengan Arabian klasik

Di kamar yang sama
Sambil kurebahkan tubuhku
Di atas kasur empuk
Millenium kebun sirih hotel

Dingin angin buatan insan
Membawaku larut
Dalam alunan suara yang lembut
Aku terkesima karenanya

Perbedaan yang kita rasakan
Menjadi indah dijalani
Walau dengan ucapan DO'A yang berbeda
Aku menggumam dan kamu menyanyi....

Malam ini kita sama
Sama-sama menyampaikan Sujud
Sujud kepadaNya
Walau dengan keyakinan berbeda...

Di mataNya kita satu
Syukur sujud kuucapkan
Bersama Bunda yang berbeda
Tapi....Kita adalah sama...

Di kamar yang sama
Kita merajut keindahan
Keindahan sebagai sahabat
Yang berbeda keyakinan...

Millenium kebun sirih hotel
08 November 2019
HORTENSIA HERIMA

#SONGKE SA LESA LITERASI
SALAM CAKRWALA#

Rabu, 06 November 2019

Nano-Nano dari 36000 kaki

Bidadari bersuara lantang
Menyampaikan petunjuk
Bertanda rajawali akan terbang
Akupun mulai merasa....

Rasaku seperti Nano-Nano
Senang,syukur,takut
Tak karuan..
Ah....Nano-Nano...

Rajawalipun mulai mengepakan sayapnya
Terbang menjulang tinggi
Tinggi ke angkasa raya
Nano-Nanoku semakin terasa

Akupun mulai meraih...
Meraih sehelai kertas hijau
Hijau seperti adaku
Kumainkan penaku...

Lalu..aku menyentuhnya
Kunodai kertas itu
Dengan sejuta Nano-Nanoku
Lincah penaku menodainya

Oh Nano-Nanoku...
36000 kaki mengantarku
Menjulang ke angkasa
Hhhhhhhhhh

Tarikan napas panjang
Yang kini aku lakukan
Namun.....
Penaku semakin mendayung

Tak terasa.......
Nano-Nanokupun mulai menghilang
Sampai mataku meredup
Bermimpi dari 36000 kaki

Suara lembut kembali terdengar
Bertanda rajawali akan hingap
Menginjak bumi Pertiwi
Ir Soekarno Hatta...

Nano-Nanoku semakin lenyap
Sembari tersenyum
Mengucap syukur
Rajawaliku akan berpijar

Terimakasih Rajawali...

Bandara Soetta,06 November 2019
By.HORTENSIA HERIMA

Senin, 04 November 2019

AVIANAKU

Pau nai daku...
Manik laing woko lelo
Arit ati 
Keti celi...

Lugu,polos
Bagaikan kapas
Putih suci
Lembut...

Namun dibalik itu semua...
Ada batu yang kau pikul
Berat bebanmu memukulnya
Tarikan nafas panjang.

Semangatmu berkobar
Senyuman manis
Canda tawa...
Itulah yang menguatkannu

Jari jemarimu
Memegang pena
Menggoreskan kata
Di atas sehelai kertas putih

Karyamu menggema
Pesona cakrawalamu
Membentang luas
Seluas samudera

Nai.....teruslah berkarya
Kuatkan hatimu 
Kobarkan semangatmu
Bersinarlah.....

#LITERASI SONGKESALESA#
By.Hortensia Herima
04 November 2019






Minggu, 03 November 2019

TATAPAN HAMPA

Gerah........
Panas membara
Menatap ke arah lautan biru
Berharap ada sesuatu

Sesuatu yang melanda kalbu
Hampa terasa...
Menatap jauh
Entah apa yang dicari

Redupan mulai mengecil
Menandakan kehampaan
Meredup.....semakin dalam
Namun...belum juga kutemukan

Yang ada hanya asa
Hanya tatapan hampa
Menemani...
Hampa.......



MUNGKINKAH

Lamunan menerawang jauh
Jauh....dan jauh....
Bersama hembusan angin
Yang menusuk kalbu

Waktu berpotang panting
Meliris garis
Ada hidup dalam kertas para reranting
Harinyalah tinta dipersunting

Hampir dalam angan kosong
Tapi tak mengira
Ada buaian dari sang tuan
Tentang malam mengumbar tenang

Mungkinkah....
Damba dalam khayalanku
Sampai ke ujung sana
Hingga akhirnya  dinikmati???

Mungkinkah........
Kenikmatan itu kuraih
Hingga suatu saat nanti
Kunikmati indahnya

Mungkinkah?????

Minggu malam,03 November 2019
Hortensia Herima
#Literasi...#






KARENAMU

Tak pernah lelah 
Tak perlu mengeluh
Pantang menyerah
Itulah tekad untuk menemanimu

Semangatmu yang kian menyala
Membuatku semakin yakin
Untuk meneruskan jalan yang kutempuh
Aku tidak merasa kesepian...

Dengan keyakinan penuh...
Kuayunkan langkah
Melangkah bersamamu
Untuk meraih mimpi kita bersama

Karenamu... semangatku berkobar
Aku manusia lemah
Yang tak punya ini itu
Aku hanya punya semangat 
Untuk bergandengan tangan
Mengejar mimpi yang baru kita rajut...
Karenamu aku merasa muda....
Karenamu...aku bisa melihat dunia
Teruslah berjuang,menggapai angan
Abaikan sindiran yang mengganggu

Aku berjanji untuk selalu bersamamu
Mengejar mimpi yang yang diimpikan...

Rumahku,03 November 2019
Hirtensia Herima
-------------LITERASI------