Rabu, 08 April 2020

Puan....
Apalah aku Di matamu 
Kata - kata Puan yang tajam
Setajam silet

Bagai disambar petir
Kudengar kabar yang panas 
Telingaku berdiri tegak
Karena panasnya kabar yang Kuterima

Puan
Adakah salahku padamu??? 
Sampai Puan menyebarkan berita 
Sungguh licik caramu Puan... 

Kemolekanmu, ternyata topeng 
Ibah hatiku melihatmu Puan.   
Sadarlah, Bukalah topengmu
Dan lihatlah sampai ke lubuk hatimu

Dan teruntuk hati
Tetaplah tenang dalam tekanan 
Tersenyumlah menyambut kabar ini
Agar Kau selalu bahagia

Tempat tidurku, 29 January 2020
Pukul 22.45 

Jumat, 03 April 2020

DERITA GEGARA CORONA

Bermula dari Negeri Tirai Bambu
Menyebar sampai ke seluruh dunia 
Kehadiranmu sungguh meresahkan jiwa
Gelisah galau merana Karenamu....

Corona namamu 
Engkau menjadi terkenal di seluruh bumi
Disetiap media namamu selalu disebut
Siapakah dirimu Sebenarnya

Wujudmu yang tak tampak
Namun pergerakanmu lincah 
Dalam sekejap penghuni bumi 
Menjadi santapan Nikmat buatmu 

Persatuan bangsa Kau cerai beraikan
Persahabatan yang terjalin direnggangkan
Bahkan Rumah Sang Pencipta 
Tidak bisa kami datang... 

Derita bumi pertiwi sungguh piluh
Kerinduan melanda seluruh insan
Kelaparan menimpa segelintir umat
Begitu hebatkah dirimu??? 

Kekasih berseragam putih 
Hiruk Pikuk karenamu
Sampai mengorbankan nyawa 
Demi keselsmatan umat manusia 

Oh Corona.... 
Kapankah pesonamu meredup..
Tidakkah Kau tahu
Betapa menderitanya penghuni bumi??? 

Generasi penerus dirumahkan 
Sampai kurun waktu yang lama 
Air mata menetes tiada hentinya 
Memikirkan nasib generasi penerus 

Sadis, pedis menusuk hati geliatmu
Berhentilah mengganggu kami 
Kembalilah ke alammu
Biarkan bumi dan seluruh isinya 

Kembali menghirup nafas segar
Melanjutkan aktivitas yang dihentikan
Menggapai mimpi yang sempat tertunda 
Pergilah...,akhirilah derita ini

Buatlah kami tersenyum 
Tertawa lepas 
Melepaskan segala resah, gelisah 
Dan ketakutan yang amat menggema....